Senin, 27 Februari 2012

Larangan menengadah ke langit ketika sholat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang keras menengadah ke langit (ketika sholat). Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hendaklah sekelompok orang benar-benar menghentikan pandangan matanya yang terangkat ke langit ketika berdoa dalam sholat atau hendaklah mereka benar-benar menjaga pandangan mata mereka.” (HR. Muslim, Nasa’i dan Ahmad).
Rasulullah juga melarang seseorang menoleh ke kanan atau ke kiri ketika sholat, beliau bersabda: “Jika kalian sholat, janganlah menoleh ke kanan atau ke kiri karena Allah akan senantiasa menghadapkan wajah-Nya kepada hamba yang sedang sholat selama ia tidak menoleh ke kanan atau ke kiri.” (HR. Tirmidzi dan Hakim).
Dalam Zaadul Ma’aad (I/248) disebutkan bahwa makruh hukumnya orang yang sedang sholat menolehkan kepalanya tanpa ada keperluan. Ibnu Abdil Bar berkata, “Jumhur ulama mengatakan bawa menoleh yang ringan tidak menyebabkan shalat menjadi rusak.”
Juga dimakruhkan shalat dihadapan sesuatu yang bisa merusak konsentrasi atau di tempat yang ada gambar-gambarnya, diatas sajadah yang ada lukisan atau ukiran, dihadapan dinding yang bergambar dan sebagainya.

Al insanu makhalul khoto'i wanussiaan.
Magelang, Senin Legi. 5 Robiul tsani 1433.

Minggu, 26 Februari 2012

Aku Rasa Belum Beribadah

Aduh, bila aku menghadap-Mu Tuhan di waktu ibadah,
Hatiku pun mula rasa susah dan gelisah,
Aku pun mula bimbang bagaimana nanti aku menyembah-Mu, bersopankah atau sebaliknya,
Kalau aku lakukan juga, jawapannya tentu sama,
Macam-macam rasa di dalam jiwaku,
Takut, bimbang, gelisah dan resah,
Apabila selesai, aku rasa belum beribadah,
Hatiku susah dan gundah-gulana,
Tapi apakan daya, setakat itulah yang terdaya,
Takkan aku hendak mengulanginya sekali lagi,
Nilai ibadahku,
Macam tadi juga,
Kerana itulah Tuhan, setiap kali lepas sembahyang,
Aku dahulukan memohon ampun kepada-Mu terhadap sembahyangku, selepas itu baharulah dosa-dosaku,
Begitulah juga Tuhan selepasku membuat dosa,
Hatiku lagi parah, susah dan gelisah,
Tapi aku ini lemah bermujahadah,
Selepas itu aku ulangi lagi membuat salah,
Hatiku susah lagi dan gundah
Tuhan! Engkau tampunglah ibadahku mana yang kurang,
Maafkan aku yang tidak sempurna,
Ampunkan aku mana yang terlanjur,
Kerana hal itu bukan aku suka,
Itulah kelemahanku,
Engkau pun tahu,
Rahmat-Mulah yang aku pinta

Al insanu makhalul khoto'i wanussian.